“Tahun demi tahun, tawuran ini terus terjadi. Pertemuan demi pertemuan digelar oleh pemerintah dan kepolisian, tapi tidak ada penyelesaian yang tuntas,” ujar H. Irpan pada Rabu (30/4/2025).
Pelaku tawuran menggunakan senjata tajam seperti klewang dan senjata air softgun,” ungkap seorang warga Belawan Bahagia yang enggan disebutkan namanya.
Akibat kejadian itu, seorang remaja dari Kampung Aceh, Lingkungan IX, mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Tokoh masyarakat tersebut, menyoroti lemahnya penindakan terhadap faktor-faktor penyebab kerusakan moral remaja, seperti penyalahgunaan narkoba yang menurutnya jarang disentuh secara serius.
Orang tua sudah berupaya menjaga anak-anak mereka, tapi lingkungan yang rusak, termasuk peredaran narkoba, justru dibiarkan tanpa solusi nyata. Kalau seperti ini terus, ke mana masa depan pemuda kita?” tegasnya.
H. Irpan pun mengajak seluruh pihak, terutama aparat penegak hukum, untuk bertindak cepat dan tegas terhadap pelaku kekerasan jalanan seperti geng motor, begal, dan pelaku tawuran.
“Kami masyarakat memohon dengan sangat kepada Kapolres Pelabuhan Belawan, berikanlah kami rasa aman. Kami siap mendukung penuh tindakan tegas Polres dalam memberantas aksi kriminal ini,” pungkasnya. (Nik).
